Sementara dalam wawancara sebelumnya, Deddy Mizwar selaku bintang utama sekaligus pendiri Citra Sinema, mengungkap bahwa fokus cerita Para Pencari Tuhan Jilid 19: Tobat Woy kali ini akan menyoroti fenomena anak jalanan yang kerap terjebak dalam dunia hitam dan kriminalitas di kota besar.
“Seperti biasa, kita menyoroti bagaimana anak-anak jalanan yang dieksploitasi, ada pengemis, ada copet, yang mengarah pada kriminalitas. Tapi bagaimana mengemas hal yang dekat dengan masalah kriminalitas dengan cara yang segar dan lucu, karena ini anak-anak. Itu ada kesulitan tersendiri tapi harus kita atasi,” jelas Deddy.
Film ini, yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Citra Sinema, diharapkan mampu memberikan refleksi sosial sekaligus hiburan. Dengan pendekatan yang berbeda, penonton diharapkan dapat menangkap makna yang lebih dalam dari setiap karakter yang ditampilkan.
Di tengah perjalanan film ini, tantangan dalam mengangkat tema yang sensitif semacam ini tentu harus dihadapi dengan hati-hati. Deddy Mizwar sendiri menegaskan bahwa komitmen untuk menyampaikan pesan moral tetap menjadi prioritas utama.
Pentingnya Menyoroti Fenomena Anak Jalanan di Kota Besar
Fenomena anak jalanan di kota besar adalah isu yang kompleks dan memerlukan perhatian lebih. Dengan banyaknya anak yang terjebak dalam siklus kemiskinan, mereka sering kali terpaksa mengambil jalan yang salah untuk bertahan hidup.
Melalui film ini, penonton akan diajak untuk memahami kehidupan anak-anak yang terabaikan. Deddy berharap bahwa cerita ini dapat menggetarkan empati dan kesadaran sosial masyarakat terhadap nasib mereka.
Selain itu, film ini juga berfokus pada cara-cara kreatif untuk membangkitkan semangat juang anak-anak. Meskipun mereka berada dalam kondisi yang sulit, tetap ada harapan dan kesempatan untuk berubah.
Mengemas cerita dengan gaya yang menarik dan lucu merupakan tantangan tersendiri bagi para pembuat film. Deddy menegaskan bahwa humor akan menjadi alat untuk menyampaikan pesan sekaligus memperkuat keterikatan emosional dengan penonton.
Proses Kreatif Dalam Pembuatan Film
Proses pembuatan film ini melibatkan banyak elemen kreatif yang bekerja sama dengan harmonis. Deddy Mizwar sebagai sutradara serta aktor utama berperan penting dalam menyampaikan visi dan misi film.
Keterlibatan berbagai pihak, seperti penulis skenario dan produser, menjadikan film ini lebih kaya akan variasi ide. Setiap aspek, mulai dari penggambaran karakter hingga dialog, telah melalui proses diskusi yang mendalam.
Setiap adegan dirancang untuk memberikan dampak emosional yang kuat kepada penonton. Deddy Mizwar percaya bahwa kekuatan cerita terletak pada detail-detail kecil yang menjadi jembatan antara karakter dan penonton.
Dengan pengalaman yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun, Deddy berusaha untuk menciptakan suasana yang autentik dalam film. Hal ini juga mencakup penelitian lapangan terhadap masalah yang dihadapi anak jalanan.
Menghadapi Kritik dan Harapan dari Penonton
Setiap karya seni, termasuk film, pasti akan menghadapi kritik. Deddy Mizwar menganggap kritik sebagai bagian penting dari proses berkarya dan tidak pernah mengabaikannya.
Dia berharap penonton dapat menerima film ini dengan pikiran terbuka, terlebih dengan beratnya tema yang diangkat. Harapannya, film ini dapat menjadi jendela untuk melihat permasalahan sosial yang ada di sekitar kita.
Melalui cerita yang diwarnai dengan dinamika kehidupan, Deddy ingin agar penonton merasa terhubung dengan karakter. Penggambaran yang realistis namun tetap menghibur merupakan kunci dalam menyampaikan pesan yang diinginkan.
Seluruh tim berharap film ini tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pesan moral yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu membangkitkan semangat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.















