Jakarta Bhayangkara Presisi kembali menunjukkan performa mengesankan dalam ajang Putaran 1 Proliga 2026 dengan kemenangan atas Surabaya Samator. Pertandingan yang berlangsung di GOR Terpadu A Yani, Pontianak pada 11 Januari 2026, berakhir dengan skor 3-1 setelah melawan tim yang memiliki semangat tinggi dan energi muda.
Kemenangan ini menandai keberhasilan kedua bagi Bhayangkara Presisi di Proliga 2026, setelah sebelumnya mengalahkan Medan Falcons Tirta Bhagasasi. Dominasi tim ini dalam dua laga awal menunjukkan bahwa mereka serius dalam meraih gelar juara musim ini.
Keberhasilan Bhayangkara Presisi Didukung Pengalaman Pemain Senior
Bhayangkara Presisi diwarnai oleh keberadaan pemain senior yang berpengalaman seperti Nizar Zulfikar dan Rendy Tamamilang. Pengalaman mereka dalam situasi pertandingan krusial sangat membantu tim menjaga kestabilan dan ritme permainan.
Dukungan dari pemain-pemain senior ini menjadi benteng kokoh saat samator berusaha mengambil kendali di lapangan. Dengan kombinasi antara kepemimpinan di lapangan dan keterampilan individu, mereka berhasil mempengaruhi hasil pertandingan.
Set pertama menjadi awal yang baik bagi Bhayangkara Presisi yang menyudahi set dengan skor 25-20. Permainan tenang Aimal Khan terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam kemenangan di set ini.
Set Kedua: Kebangkitan Surabaya Samator
Set kedua menghadirkan drama yang menarik ketika Surabaya Samator mulai menemukan ritme permainan. Berkat kontribusi Lyvan Taboada dalam distribusi bola yang tepat, Samator mampu mengejutkan lawan dengan permainan yang disiplin dan terstruktur.
Samator berhasil menutup set kedua dengan skor 25-23, mengindikasikan bahwa mereka tak akan menyerah begitu saja meski dalam tekanan. Kemenangan ini menunjukkan kelincahan dan keberanian anak-anak muda di tim Samator.
Pelanggaran yang minim dan koordinasi pemain di lapangan menjadi keunggulan Samator dalam menghadapi sebalik tekanan tinggi dari Bhayangkara. Temanya sangat menonjol ketika mereka menerapkan strategi yang efektif.
Set Ketiga: Drama Penentuan untuk Bhayangkara Presisi
Set ketiga berlangsung semakin ketat ketika kedua tim saling kejar angka dalam situasi sulit. Bhayangkara Presisi berhasil mengambil peluang penting pada momen krusial dengan mengunci set ketiga 25-21.
Taktik agresif yang diterapkan oleh Bhayangkara membuat mereka mampu membalikkan keadaan saat Samator merasa di atas angin. Keberanian dan kekompakan tim menjadi kunci dalam meraih kemenangan set ini.
Kesabaran dan ketenangan di titik-titik genting menjadi sangat relevan di tengah situasi kompetitif tersebut. Hal ini juga mencerminkan pengalaman pemain senior yang berperan penting dalam menjaga motivasi tim.
Momentum Kemenangan Dikuasai di Set Keempat
Set keempat berjalan dengan dramatis ketika Samator sempat menjelma menjadi tim yang bangkit. Meski demikian, Bhayangkara Presisi tidak canggung menghadapi tantangan dengan keseimbangan strategi dan keahlian di lapangan.
Pada perjalanan set ini, Samator tampak secara temporer mendominasi, tetapi ketenangan dan fokus Bhayangkara membantu mereka menemukan kembali jalur kemenangan. Mereka pun berhasil menutup pertandingan dengan skor 25-20 di set keempat.
Kemenangan 3-1 atas Samator menegaskan ketahanan dan kekuatan mental Bhayangkara Presisi sepanjang pertandingan. Momentum ini menambah percaya diri tim untuk menghadapi laga-laga selanjutnya di Proliga 2026.















