Jakarta – Grab baru saja mengumumkan sejumlah startup yang terpilih untuk mengikuti program akselerator Grab Ventures Velocity (GVV) Batch 8. Dari lebih dari seratus delapan puluh pendaftar, hanya lima yang berhasil lolos setelah melalui proses seleksi yang ketat dan kompetitif.
Salah satu startup yang menarik perhatian dalam batch ini adalah Casion, yang berfokus pada pengembangan jaringan pengisian daya kendaraan listrik. Dengan kolaborasi ini, Casion memiliki kesempatan untuk langsung bekerja sama dengan Grab dalam menciptakan solusi pengisian daya yang efisien dan efektif.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi Grab untuk memperkuat layanan e-mobilitas dalam jangka panjang. CEO dan Co-founder Casion, Kevin Pudjiadi, menjelaskan bahwa kolaborasi ini sangat relevan dengan misi bisnis mereka.
“Kerjasama dengan Grab itu penting, mengingat ambisi mereka dalam e-livery. Kami berkomitmen untuk mendukung bukan hanya pengisian daya, tetapi juga dalam menentukan area ekspansi yang potensial,” jelas Kevin pada hari Selasa, 13 Januari 2026 di Jakarta.
Pendekatan Berbasis Data untuk Mendesain Solusi Pengisian Daya
Keunggulan Casion terletak pada pendekatan berbasis data yang selama ini mereka jalankan. Mereka melakukan riset yang mendalam untuk memahami kebiasaan pengemudi kendaraan listrik, termasuk perilaku dan waktu pengisian daya yang ideal.
“Tim kami melakukan focus group untuk memahami kapan dan di mana pengemudi biasanya mengisi daya. Hal ini membantu kami dalam menentukan lokasi stasiun pengisian yang strategis,” kata Kevin.
Dari hasil penelitian tersebut, Casion mendapati bahwa pengemudi umumnya melakukan pengisian dua kali sehari. Biasanya, mereka mengisi daya sebelum memulai operasional dan setelah menyelesaikan pekerjaannya.
“Informasi ini sangat krusial untuk menentukan dimana kami dapat mendirikan charging station,” jelas Kevin lebih lanjut. “Kami ingin memastikan bahwa pengemudi memiliki akses yang mudah ke lokasi pengisian daya sesuai dengan kebiasaan mereka.”
Strategi Ekspansi dengan Pemahaman Kebiasaan Pengemudi
Yang menarik, hasil riset Casion juga menunjukkan adanya area yang masih kekurangan stasiun pengisian, terutama di wilayah yang padat penduduk. Di wilayah seperti Bekasi, misalnya, tempat pengisian daya masih kurang.
“Kami ingin mengoptimalkan lokasi pengisian yang ada agar lebih mudah dijangkau. Hal ini perlu diperhatikan agar pengemudi merasa nyaman menggunakan kendaraan listrik,” ujarnya.
Dengan demikian, Casion berencana melakukan pengembangan lebih lanjut berdasarkan data yang ada, untuk menutup kebutuhan yang belum terpenuhi. Hal ini menjadi bagian dari misi mereka untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Pentingnya Infrastruktur Pendukung untuk Kendaraan Listrik
Infrastruktur pengisian daya yang memadai menjadi kunci utama untuk mendorong penggunaan kendaraan listrik. Keberadaan stasiun pengisian yang mudah diakses akan meningkatkan minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan bermesin konvensional.
Kevin menjelaskan, pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam membangun infrastruktur ini. “Kami tidak hanya ingin menyediakan stasiun pengisian, tetapi juga menyediakan layanan yang bisa diakses dengan mudah oleh pengemudi.”
Pihaknya optimis bahwa kolaborasi dengan Grab dapat mempercepat penyebaran infrastruktur pengisian, termasuk pengembangan teknologi baru dalam proses pengisian daya. “Kami percaya bahwa kemitraan ini akan memberi manfaat besar bagi kedua belah pihak,” tambah Kevin.
Menghadapi Tantangan di Era Kendaraan Listrik
Tentunya, perjalanan Casion tidak lepas dari tantangan. Kevin mengakui bahwa salah satu tantangan utama adalah edukasi masyarakat mengenai keuntungan naik kendaraan listrik. Masyarakat masih perlu memahami manfaat jangka panjang serta efisiensi kendaraan listrik.
“Kami aktif melakukan kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat. Diharapkan dengan informasi yang lebih baik, masyarakat akan lebih tertarik beralih ke kendaraan listrik,” tuturnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa pemerintah juga memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan ini, terutama dalam kebijakan yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Dengan begitu, diharapkan kendaraan listrik semakin diterima di masyarakat.
Visi Jangka Panjang dan Inovasi
Visi jangka panjang Casion adalah menciptakan ekosistem pengisian daya yang solid dan berkelanjutan. Dengan kerja sama yang terjalin dengan Grab, mereka berencana untuk terus berinovasi dalam layanan dan teknologi yang digunakan.
“Tujuan kami adalah untuk menjadi pemimpin dalam solusi pengisian kendaraan listrik di Indonesia. Kami percaya, inovasi dalam teknologi dan layanan menjadi faktor penentu dalam mencapai visi tersebut,” kata Kevin.
Dengan semangat untuk terus berkembang, Casion berkomitmen untuk menyediakan solusi yang tidak hanya memenuhi kebutuhan pengemudi, tetapi juga berkontribusi pada lingkungan. Keduanya menjadi landasan dalam setiap strategi yang diterapkan oleh perusahaan.














