Pemerintah Indonesia bersama Pertamina sedang berkerja keras untuk mengatasi dampak bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah, termasuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dengan fokus pada pemulihan sosial masyarakat yang terdampak, semua sumber daya dikerahkan untuk mendukung upaya penanganan yang diperlukan.
Pertamina, sebagai salah satu perusahaan energi terbesar di Indonesia, memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi tetap tersedia. Dalam situasi yang sulit ini, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan menjadi sangat penting untuk mencapai pemulihan yang lebih baik dan lebih cepat.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung langkah-langkah pemerintah. Ia menegaskan pentingnya keberadaan energi dalam membantu masyarakat yang terpengaruh oleh bencana agar dapat pulih dengan lebih cepat.
Pertamina Berupaya Mengatasi Keterbatasan Akses Energi di Lokasi Terdampak Bencana
Pertamina terus mengoptimalkan distribusi energi di lapangan, dengan memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah yang sulit dijangkau. Dalam keadaan darurat seperti ini, kecepatan dan ketepatan dalam menyediakan bahan bakar sangat krusial untuk mendukung upaya penanganan bencana.
Dengan keterbatasan akses yang ada, Pertamina memastikan bahwa alat berat yang diperlukan untuk membuka jalan dan menyelamatkan masyarakat tetap mendapatkan pasokan energi. Dukungan ini menjadi bagian integral untuk mengurangi dampak buruk dari bencana yang terjadi.
Selain itu, Pertamina juga bertanggung jawab untuk mengirimkan Avtur bagi pesawat yang membawa bantuan dan melakukan evakuasi. Ini menunjukkan dedikasi perusahaan dalam mendukung proses pemulihan yang sedang berlangsung di daerah yang terdampak.
Keberlanjutan Layanan SPBU di Wilayah Terdampak
Pemulihan layanan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terus berlangsung, dengan progres yang positif di sejumlah lokasi. Masyarakat di daerah yang terkena dampak kini mulai melihat tanda-tanda kembalinya layanan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Seperti di Sibolga, SPBU telah beroperasi kembali, memberikan berita baik bagi warga sekitar. Ketersediaan bahan bakar ini sangat penting untuk mendukung mobilitas dan aktivitas masyarakat, terutama setelah mengalami bencana yang mempengaruhi infrastruktur.
Pertamina berkomitmen untuk mengoptimalkan pelayanan SPBU dengan menjamin bahwa pasokan energi tetap stabil. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang terkena dampak bencana, sekaligus mempercepat proses pemulihan.
Kolaborasi dan Koordinasi Dengan Pemangku Kepentingan Lain
Dalam melakukan pemulihan distribusi energi, Pertamina bekerja sama langsung dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pemerintah Daerah, dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Kolaborasi ini penting untuk menciptakan strategi yang lebih efektif dalam menangani situasi darurat.
Koordinasi yang baik antara Pertamina dan berbagai instansi terkait memungkinkan pengirimanBBM dan LPG dilakukan secara cepat dan merata. Melalui kolaborasi ini, akses energi bagi masyarakat tetap terjaga meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan.
Upaya semua pihak terlihat nyata dalam pemulihan yang berjalan, memiliki harapan untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan kerja sama yang solid, mereka berharap bisa meminimalisir dampak yang ditimbulkan dan membantu masyarakat untuk kembali ke aktivitas normalnya.















