Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, baru-baru ini meluncurkan 53 Komunitas Sungai Ciliwung yang bertujuan untuk menjaga dan memulihkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan di wilayah tersebut.
Komunitas-komunitas ini akan menyebar dari Cisarua di Kabupaten Bogor hingga Sawah Besar di Jakarta, menjangkau berbagai segmen dari sungai yang telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kehadiran kelompok-kelompok ini diharapkan mampu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan ekosistem Ciliwung.
Dengan ditetapkannya 53 Komunitas Sungai Ciliwung, setiap lekukan dan segmen sungai akan memiliki penjaga yang aktif. Ini merupakan langkah proaktif untuk melestarikan sungai dan menjaga keberlanjutan lingkungan.
Menyikapi Krisis Lingkungan Global dengan Aksi Lokal
Pernyataan Hanif menggarisbawahi adanya krisis lingkungan global yang dikenal dengan istilah triple planetary crisis. Tiga masalah utama tersebut meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan yang semakin nyata di berbagai belahan dunia.
Dari sudut pandang ini, menjaga ekosistem hulu dan kawasan puncak di Ciliwung sangat penting. Perlindungan tersebut berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekologi dan memberikan dampak positif bagi wilayah hilir yang lebih padat penduduk.
Hanif juga menekankan perlunya dukungan dari segala lapisan masyarakat dalam upaya ini. Koordinasi antara komunitas, pemerintah daerah, serta masyarakat setempat dianggap kunci untuk mengembalikan fungsi Sungai Ciliwung.
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan
Lebih dari 3,5 juta jiwa tinggal di wilayah sekitar DAS Ciliwung, menjadikannya kawasan yang sangat padat penduduk. Karena itu, setiap kesadaran dan tindakan menuju pelestarian sangat vital.
Hanif menekankan bahwa sumbangsih masyarakat lokal bisa menjadi kekuatan mendorong perubahan positif. Melalui komunitas, diharapkan penduduk dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian sungai yang menjadi tulang punggung ekologi setempat.
Pendidikan dan penguatan kapasitas akan menjadi fokus dari setiap komunitas, agar kesadaran akan pentingnya lingkungan semakin tinggi. Dengan demikian, generasi mendatang akan lebih mengerti tentang tanggung jawab mereka terhadap alam.
Program Penanaman Pohon sebagai Upaya Rehabilitasi Lingkungan
Selaras dengan pembentukan komunitas, program penanaman pohon juga dilaksanakan sebagai strategi rehabilitasi lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak erosi dan meningkatkan kualitas tanah di sekitar DAS Ciliwung.
Pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat menjadi pasir untuk mencegah aliran air berlebihan saat hujan, yang sering kali menyebabkan banjir. Selain itu, penanaman pohon juga berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida, sehingga berkontribusi dalam mitigasi perubahan iklim.
Keberhasilan program penanaman tersebut sangat tergantung pada keterlibatan masyarakat. Oleh karena itu, informasi dan pelatihan akan diberikan kepada komunitas agar mereka dapat merawat tanaman dengan baik di masa mendatang.















