Prabowo Subianto baru-baru ini menyelesaikan kunjungan penting ke London sebelum melanjutkan perjalanan ke Swiss. Kunjungan ini mencakup berbagai pertemuan dengan tokoh politik dan akademis yang berdampak signifikan bagi kerjasama antara Indonesia dan negara-negara lain.
Dalam perjalanannya, Prabowo didampingi oleh putranya dan beberapa pejabat penting. Mereka bertolak dari Bandar Udara London Stansted, yang menandai langkah strategis dalam diplomasi Indonesia.
Prabowo, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, disambut hangat oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan pejabat lainnya sebelum keberangkatannya. Pertemuan dengan para diplomat menandakan pentingnya hubungan bilateral antara kedua negara.
Agenda Kunjungan Prabowo di Inggris yang Signifikan
Selama di London, Prabowo melakukan pertemuan formal dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di 10 Downing Street. Keberhasilan dalam pertemuan ini menghasilkan nota kesepahaman mengenai pembangunan kapal penangkap ikan yang akan memberikan dampak positif bagi sektor perikanan Indonesia.
Nota kesepahaman (MoU) itu bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di sektor perikanan dan mengelola kekayaan laut Indonesia secara berkelanjutan. Prabowo mengungkapkan keyakinannya bahwa Inggris akan memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan rencana pembangunan 1.500 kapal ikan untuk para nelayan. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam memodernisasi industri perikanan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Kunjungan untuk Memperkuat Kerja Sama Pendidikan
Selain fokus pada sektor perikanan, Prabowo juga melakukan diskusi dengan perwakilan Russell Group, sebuah jaringan universitas ternama di Inggris. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin kolaborasi di bidang pendidikan, terutama dalam mendirikan universitas baru di Indonesia.
Prabowo mengungkapkan rencananya untuk membangun sepuluh universitas yang akan fokus pada pendidikan kedokteran, farmasi, dan teknologi. Ini merupakan langkah ambisius untuk meningkatkan standar pendidikan tinggi di Indonesia.
Dengan kerja sama ini, Prabowo berharap Indonesia bisa mengejar ketertinggalan dalam bidang pendidikan dengan universitas-universitas terbaik dunia. Targetnya adalah agar pendidikan di Indonesia dapat setara dengan institusi terkemuka global.
Pertemuan Hangat dengan Raja Inggris Charles III
Prabowo juga mengadakan pertemuan dengan Raja Inggris Charles III yang berlangsung dalam suasana akrab. Pertemuan ini dilaksanakan di Lancaster House, di mana keduanya membahas berbagai program konservasi yang sedang dijalankan.
Salah satu isu penting yang didiskusikan adalah konservasi gajah, yang menjadi perhatian bersama. Kerja sama dalam menjaga spesies yang terancam punah ini menunjukkan komitmen kedua negara dalam isu lingkungan hidup.
Kedua pihak berkomitmen untuk bekerja sama dalam berbagai aspek konservasi, mengingat Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya. Prabowo mengungkapkan harapannya agar program ini dapat membawa manfaat tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi komunitas internasional.
Penting untuk dicatat bahwa kunjungan Prabowo ke Inggris dan Swiss bukan hanya sekadar agenda diplomasi biasa, tetapi juga mencerminkan upaya Indonesia untuk memperkuat posisi di kancah internasional. Melalui pertemuan dengan tokoh-tokoh penting, Prabowo menunjukkan komitmen pemerintah dalam memajukan Indonesia dengan kerja sama yang lebih erat.
Keberhasilan dalam negosiasi dan pertemuan ini menjadi langkah awal bagi proyek yang lebih besar di masa depan. Baik di sektor perikanan maupun pendidikan, Indonesia berusaha untuk menaikkan standar dan kualitas demi kebaikan rakyat.
Melalui kolaborasi dengan berbagai negara, termasuk Inggris dan Swiss, Indonesia menunjukkan bahwa ia siap untuk memasuki babak baru dalam hubungan internasional. Dengan visi yang jelas, Prabowo berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih berpengaruh dan berdaya saing global.
















