Momen libur panjang, seperti peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sering dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Dari wisata religi hingga bersilaturahmi dengan keluarga, banyak yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk lebih fleksibel.
Namun, di balik kenyamanan tersebut, ada ancaman serius yang sering diabaikan pengemudi, yaitu microsleep. Fenomena tidur singkat ini dapat memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat arus balik libur panjang.
Microsleep bukanlah sekadar rasa kantuk biasa, melainkan keadaan di mana otak secara tiba-tiba memasuki fase tidur singkat. Dalam waktu yang sangat singkat tersebut, konsentrasi pengemudi bisa hilang sepenuhnya.
Memahami Bahaya Microsleep Saat Berkendara Jauh
Risiko microsleep meningkat saat arus balik libur, khususnya setelah perjalanan panjang. Pengemudi yang merasa lelah sering kali memaksakan diri untuk terus berkendara meskipun fisik dan mental sudah tidak mendukung.
Kondisi ini berbahaya karena bisa menyebabkan hilangnya kesadaran. Gejala microsleep umum meliputi kelopak mata yang terasa berat dan kesulitan memproses informasi di sekitar.
Bahaya yang lebih besar muncul ketika pengemudi terbangun tiba-tiba tanpa menyadari situasi. Hal ini dapat memicu kecelakaan yang serius, terutama di jalanan yang padat.
Ciri-Ciri Microsleep yang Perlu Diwaspadai Pengemudi
Ada beberapa tanda microsleep yang perlu diwaspadai pengemudi agar bisa melakukan tindakan pencegahan. Jika kelopak mata terasa berat atau sering menguap, itu bisa menjadi sinyal bahwa tubuh perlu istirahat.
Sulitnya memproses informasi di sekitar juga merupakan tanda yang tidak dapat diabaikan. Keadaan ini bisa mengakibatkan kehilangan kontrol kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Gejala lain yang harus diperhatikan adalah tidak responsif ketika diajak berbicara oleh penumpang. Ini menunjukkan bahwa konsentrasi pengemudi sedang menurun.
Strategi Mencegah Microsleep Selama Perjalanan Jauh
Penting bagi pengemudi untuk mengetahui cara mencegah microsleep agar perjalanan tetap aman. Salah satu cara yang efektif adalah dengan memperhatikan waktu berkendara dan istirahat secara berkala.
Menjadwalkan pemberhentian untuk beristirahat setiap beberapa jam dapat membantu memperbaharui energi. Selain itu, menjaga pola tidur yang cukup sebelum melakukan perjalanan jauh sangat diperlukan.
Berkendara dengan teman juga dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko microsleep, terutama pada perjalanan panjang. Saling bergantian menyetir memungkinkan masing-masing pengemudi untuk beristirahat sejenak.















