Setelah lebih dari dua dekade tidak terdengar, Honda Prelude kembali ke pasar global dengan desain dan teknologi yang lebih inovatif. Meskipun banyak penggemar yang menantikan kedatangan kembali ikonik ini, ternyata penjualan awalnya menunjukkan hasil yang kurang menggembirakan.
Pada bulan Desember 2025, Prelude hanya berhasil terjual sebanyak 174 unit, meskipun angka ini menunjukkan peningkatan dari bulan sebelumnya yang terjual 30 unit. Di tengah persaingan ketat di segmen coupe, ini merupakan tanda bahwa Honda memiliki pekerjaan rumah yang serius untuk mengangkat kembali model ini.
Dalam konteks yang lebih luas, penjualan Honda Prelude menunjukkan bahwa kedatangan kembali yang ditunggu-tunggu ini belum sepenuhnya memenuhi harapan pasar. Hal ini menjadikan perhatian terhadap strategi pemasaran dan inovasi produk Honda semakin penting untuk mendongkrak angka penjualannya.
Perbandingan Penjualan Honda Prelude dengan Pesaing Utama
Ketika melihat angka penjualan Prelude pada bulan Desember, akan sangat menarik untuk mengamati bagaimana performa model ini dibandingkan dengan pesaingnya. Subaru BRZ misalnya, berhasil terjual 229 unit, menunjukkan daya saing yang cukup baik di kalangan konsumennya.
Angka penjualan Toyota Supra juga patut dicatat, dengan total 277 unit terjual. Ini menunjukkan bahwa penggemar coupe sport masih cukup loyal pada merek-merek yang sudah dikenal luas meskipun ada model baru di pasaran.
Tidak kalah menarik, Toyota GR86 yang diproyeksikan akan segera digantikan tetap mampu membukukan penjualan sebesar 576 unit. Angka ini menjadi tolok ukur penting bagi Honda untuk merancang strategi masa depannya lebih baik lagi.
Harga Honda Prelude dan Tantangan yang Dihadapi
Dari segi harga, Honda Prelude terbilang cukup mahal dibandingkan dengan pesaingnya, dengan harga dasar mencapai US$ 42.000, atau sekitar Rp 703 juta. Ini belum termasuk ongkos pengiriman yang mencapai US$ 1.195, setara dengan Rp 20 juta, yang menjadikan total biaya kepemilikan lebih tinggi.
Dengan harga yang tinggi ini, tantangan bagi Honda semakin bertambah, terutama untuk menarik konsumen yang lebih sensitif terhadap harga. Dalam segmen mobil sport, pembeli sering kali memiliki banyak pilihan, dan harga bisa menjadi faktor penentu utama.
Perlu diingat bahwa pelanggan tidak hanya mempertimbangkan performa, tetapi juga nilai yang ditawarkan. Jika Prelude tidak dapat memberikan kombinasi yang menarik antara performa dan efisiensi, maka angka penjualannya akan tetap rendah.
Pentingnya Strategi Pemasaran yang Efektif
Dalam industri otomotif yang sangat kompetitif ini, strategi pemasaran yang efektif sangat penting untuk menghidupkan kembali model seperti Honda Prelude. Kurangnya penjualan awal menunjukkan bahwa pasar mungkin membutuhkan dorongan lebih dalam memahami nilai yang ditawarkan oleh coupe modern ini.
Pemasaran yang menyasar audiens yang tepat dapat membantu meningkatkan kesadaran merek dan menggairahkan permintaan. Honda perlu menemukan cara untuk menjelaskan inovasi teknologi dan desain terbaru yang ada dalam Prelude kepada konsumen.
Selain itu, test drive dan pengalaman langsung dengan model ini bisa menjadi cara yang efektif untuk menarik perhatian calon pembeli. Menciptakan pengalaman emosional dengan produk akan membantu mendorong penjualan.















