Salah satu pasien terkena influenza A subclade K, yang dikenal sebagai “super flu,” telah meninggal saat menjalani pengobatan di rumah sakit di Bandung. Meskipun demikian, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan karena pasien tersebut memiliki kondisi kesehatan penyerta yang cukup serius.
Informasi lebih lanjut menunjukkan bahwa rumah sakit tersebut telah merawat sepuluh pasien dengan gejala super flu, yang beragam dari usia bayi hingga dewasa. Dari jumlah tersebut, dua pasien mengalami kondisi yang cukup mengkhawatirkan dan terpaksa dirawat di ruang perawatan intensif.
Seorang anggota tim medis menjelaskan bahwa satu pasien yang dirawat di ruang intensif gagal bertahan hidup akibat komplikasi dari penyakit yang telah ada sebelumnya. Komplikasi ini seringkali lebih parah pada individu yang memiliki riwayat penyakit kronis.
Pengaruh Influenza A Terhadap Pasien dengan Penyakit Penyerta
Ketua Tim Penyakit Infeksi Emergent RSHS Bandung, dr. Yovita Hartantri, mengungkapkan bahwa satu pasien yang dirawat di ruang intensif meninggal karena komplikasi medis. Ia menekankan bahwa pasien tersebut memiliki riwayat berbagai penyakit seperti stroke dan gagal jantung, serta infeksi yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada.
Penyakit penyerta ini sangat berpengaruh terhadap tingkat keparahan influenza, membuat pasien lebih rentan terhadap dampak serius dari infeksi virus. Dalam hal ini, meskipun virus influenza mungkin tidak menjadi penyebab utama kematian, dampaknya terasa pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, dr. Iwan Abdul Rachman, mengatakan bahwa super flu memiliki karakteristik mirip dengan influenza musiman. Akan tetapi, infeksi ini dapat menjadi lebih berat bagi kelompok-kelompok tertentu, terutama mereka dengan kondisi kesehatan yang lebih lemah.
Peran Pencegahan Dalam Menghindari Komplikasi Influenza
Dokter spesialis paru, Erlang Samoedro, menyatakan bahwa infeksi influenza dapat berbahaya bagi pasien yang memiliki penyakit penyerta. Hal ini disebabkan oleh kemampuannya memicu peradangan sistemik yang dapat memperburuk kondisi penyakit yang telah ada sebelumnya.
Influenza dapat merusak pertahanan tubuh dan mengakibatkan inflamasi, yang akan memperburuk komorbiditas yang dimiliki oleh pasien. Ia menambahkan bahwa anak-anak dan lansia sangat rentan terhadap virus ini.
Para ahli mengingatkan pentingnya tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko penularan dan dampak buruk influenza, seperti penggunaan masker, menjaga jarak, dan tetap di rumah saat mengalami gejala flu. Vaksinasi juga dianggap penting untuk melindungi individu dari gejala berat jika terinfeksi.
Pentingnya Vaksinasi dalam Menanggulangi Influenza A
Meskipun varian subclade K ini adalah jenis yang lebih baru, vaksin influenza tetap memiliki peran penting dalam mengurangi risiko gejala berat. Vaksinasi dapat membantu meningkatkan respons imun tubuh terhadap virus dan menurunkan kemungkinan konsekuensi yang lebih parah.
Berbagai langkah pencegahan yang dapat diambil warga masyarakat meliputi menjaga pola makan sehat yang kaya nutrisi, serta mendapatkan vaksin influenza secara berkala. Dengan demikian, masyarakat dapat melindungi diri mereka dari risiko infeksi yang lebih serius.
Penting untuk segera mengenali gejala influenza dan tidak ragu untuk mencari pertolongan medis. Membiarkan gejala ini berlarut-larut dapat memperburuk kondisi kesehatan dan menyebabkan komplikasi yang lebih berbahaya.













