Dalam sebuah insiden yang mengejutkan, seekor macan tutul berhasil melarikan diri dari Lembang Park and Zoo di Kabupaten Bandung Barat. Hewan ini sebelumnya dievakuasi dari Balai Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, dan temukan dalam keadaan stres saat beradaptasi di lingkungan barunya.
Pada malam 26 Agustus 2025, macan tutul tersebut dibawa ke Lembang Park and Zoo untuk menjalani karantina dan observasi. Rencana awalnya adalah agar macan tersebut beradaptasi dengan baik selama tiga hari di tempat yang baru.
Proses Evakuasi dan Pindah ke lokasi Baru
Miftah, petugas yang mengawasi evakuasi, menjelaskan bahwa macan itu mengalami kesulitan beradaptasi. Setelah hanya dua hari, macan tutul tersebut menunjukkan tanda-tanda stres yang signifikan, menyulitkan petugas dalam proses karantinanya.
Pengamat satwa di Lembang Park and Zoo berusaha memberikan yang terbaik dalam menangani hewan tersebut. Namun, kendala muncul ketika pada hari ketiga, macan tutul tersebut berhasil menjebol bagian atas kandang dan melarikan diri pada pukul 05.30 WIB pagi.
Pengalaman Pengunjung dan Penutupan Sementara
Setelah kaburnya macan tutul, banyak pengunjung yang merasa khawatir dan bingung. Sebagian besar dari mereka dipaksa untuk kembali ketika mendapatkan informasi bahwa taman ditutup sementara untuk perbaikan.
Tris, salah satu pengunjung yang hadir hari itu, menyatakan kekecewaannya. Meskipun sebelumnya mengagumi koleksi satwa di tempat itu, ia merasa kecewa harus putar balik tanpa penjelasan mendalam tentang insiden tersebut.
Dampak Psikologis pada Satwa dan Penanganan Lanjutan
Stres yang dialami macan tutul bukanlah hal yang jarang terjadi saat hewan berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain. Ketidaknyamanan dan kegelisahan dapat menyebabkan perilaku agresif atau pelarian seperti yang terjadi baru-baru ini.
Pihak pengelola Lembang Park and Zoo menyadari bahwa penanganan macan tutul pascakarantina memerlukan pendekatan yang lebih hati-hati. Mereka merencanakan metode observasi yang lebih baik untuk memastikan hewan tersebut tidak lagi merasa tertekan atau terancam.
Tindakan yang Diambil oleh Pihak Pengelola Kebun Binatang
Setelah insiden tersebut, pengelola mengkaji ulang sistem keamanan kandang. Perbaikan struktural segera dilakukan untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Pihak taman juga berkolaborasi dengan ahli satwa untuk menyusun strategi yang lebih efektif dalam mengelola satwa liar. Dengan pemahaman lebih baik tentang perilaku hewan, mereka berharap dapat memberikan kondisi yang lebih nyaman dan aman.