Sebelumnya, harga perak mengalami penurunan yang signifikan, hampir mencapai 3% pada hari Jumat setelah meraih titik tertinggi sepanjang masa saat sesi perdagangan awal. Hal tersebut disebabkan oleh aksi ambil untung yang dilakukan oleh sejumlah investor setelah lonjakan harga yang drastis.
Di sisi lain, harga emas menunjukkan tren positif, melonjak ke level tertinggi dalam tujuh minggu terakhir. Penguatan harga emas ini menjadi indikator bahwa permintaan akan logam berharga ini tetap tinggi di pasar global, terutama di tengah situasi ekonomi yang tidak stabil.
Menurut informasi terbaru, harga perak di pasar spot turun menjadi USD 61,7 per ons, setelah sebelumnya mencapai angka tertinggi USD 64,64. Sedangkan harga emas naik 0,3% menjadi USD 4.293,43 per ons, menyusul pencapaian tertinggi yang diraih sejak 21 Oktober lalu.
Pengaruh Dolar AS Terhadap Harga Logam Berharga
Dolar Amerika Serikat (AS) mempertahankan stabilitasnya meski sebelumnya sempat mengalami pelemahan dalam beberapa sesi perdagangan. Dolar yang lebih kuat ini membuat logam mulia yang dihargai dalam mata uang dolar menjadi kurang terjangkau bagi para pembeli dari luar negeri.
Meskipun harga perak terjatuh, masih terdapat optimisme di pasar, karena harga perak telah mengalami peningkatan hampir 5% dalam minggu ini. Secara tahunan, harga perak bahkan tercatat meningkat sebesar 112%, didorong oleh permintaan industri yang terus berlanjut dan pengetatan persediaan yang signifikan.
Analisis Penyebab Lonjakan Harga Perak
Beberapa analis pasar menunjukkan bahwa peningkatan harga perak saat ini cukup berlebihan dan memerlukan kehati-hatian bagi para investor. Analisis dari sejumlah lembaga menjelaskan bahwa ada kesenjangan antara permintaan dan penawaran yang dapat mempengaruhi stabilitas harga di masa mendatang.
Meskipun demikian, proyeksi jangka panjang untuk perak tetap positif, sejalan dengan prediksi meningkatnya permintaan industri. Hal ini mengindikasikan bahwa perak tetap menjadi salah satu komoditas yang menarik untuk investasi di masa depan.
Tindakan pengetatan persediaan yang sedang terjadi, bersamaan dengan dimasukkannya perak dalam daftar mineral penting oleh pemerintah AS, semakin memberi dorongan bagi kenaikan permintaan. Dengan kondisi ini, banyak pelaku pasar yang berusaha mengambil posisi lebih awal sebelum kemungkinan lonjakan harga lebih lanjut terjadi.
Strategi Investasi di Tengah Fluktuasi Harga
Saat pasar mengalami ketidakpastian, investasi pada logam mulia seperti perak dan emas biasanya menjadi opsi yang aman bagi banyak investor. Mempersiapkan diri dan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi harga sangat penting untuk mengambil keputusan investasi yang bijak.
Bank Sentral AS baru-baru ini mengumumkan pemotongan suku bunga seperempat poin untuk yang ketiga kalinya tahun ini. Kebijakan ini mungkin akan turut memengaruhi dinamika pasar logam berharga, meskipun Federal Reserve memberikan sinyal tentang kehati-hatian dalam melakukan pemotongan lebih lanjut.
Kebijakan suku bunga yang berlanjut bisa berdampak pada nilai tukar dolar dan pada akhirnya, memengaruhi harga logam mulia. Dengan demikian, investor perlu menjaga perhatian yang lebih pada kebijakan moneter yang diambil oleh otoritas keuangan global.















