Pada akhir bulan Desember 2025, pasar logam mulia mengalami lonjakan harga yang signifikan. Momen ini memberikan peluang bagi para investor untuk memanfaatkan kenaikan nilai emas dan perak, terutama di tengah suasana ketegangan global yang meningkat.
Harga emas dan perak secara internasional menunjukkan penguatan yang mencolok. Dengan harga perak mencapai rekor tertinggi dalam perdagangan di Amerika Serikat, para pengamat pasar semakin optimis terhadap potensi pertumbuhan selanjutnya.
Kenaikan harga ini tidak lepas dari berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi global dan ketidakpastian yang terus berlanjut. Logam mulia seringkali menjadi pilihan bagi investor untuk melindungi nilai aset mereka di masa-masa sulit.
Analisis Pergerakan Harga Emas dan Perak di Pasar Global
Dalam perdagangan pada 26 Desember 2025, harga emas untuk kontrak Februari melonjak menjadi USD 4.557,40. Ini adalah tanda bahwa minat terhadap emas semakin meningkat seiring dengan ketidakpastian yang melanda pasar.
Harga perak untuk kontrak Maret pun mencatatkan kenaikan yang signifikan, mencapai USD 74,675. Momen ini membuat pasar logam mulia menjadi jelas menunjukkan tren bullish, menarik banyak kalangan investor untuk terlibat lebih dalam.
Keberhasilan harga ini pun didukung oleh beberapa faktor eksternal, seperti gejolak ekonomi dan siyasa di berbagai belahan dunia yang menambah daya tarik logam mulia. Dalam konteks ini, investor mengalihkan perhatian mereka ke emas dan perak sebagai aset paling aman.
Pengaruh Situasi Geopolitik Terhadap Harga Logam Mulia
Salah satu penyebab utama lonjakan harga logam mulia adalah ketegangan geopolitik yang meningkat di berbagai negara. Di Venezuela, misalnya, langkah-langkah embargo yang diterapkan oleh Amerika Serikat telah memicu kekacauan yang lebih dalam.
Pembatasan ini tidak hanya berdampak pada pasar minyak, tetapi juga meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai alternatif investasi. Keberadaan ketidakstabilan di kawasan tersebut membuat banyak investor mencari perlindungan dalam bentuk emas dan perak.
Ditambah lagi, serangan militer yang dilancarkan oleh AS terhadap ISIS di Nigeria juga menjadi faktor pendorong. Hal ini menunjukkan bahwa ketidakpastian global memberikan dampak luas terhadap perilaku pasar dan kedudukan logam mulia.
Pergerakan Harga Emas di Pasar Domestik
Di pasar domestik, harga emas 24 karat menunjukkan tren yang sejalan dengan pergerakan global. Pada 27 Desember 2025, harga emas di PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik mencapai Rp 2.605.000 per gram, meningkat Rp 16.000 dari perdagangan sebelumnya.
Sementara itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan yang signifikan. Jika investor berencana untuk menjual emasnya, harga buyback ditetapkan di Rp 2.464.000 per gram, menggambarkan dukungan positif bagi pemilik emas.
Hal ini mencerminkan optimisme yang meliputi pasar logam mulia domestik, di tengah jalur pergerakan harga global yang menggembirakan. Dengan tren harga yang meningkat, investor semakin aktif dalam mengikuti perkembangan untuk mendapatkan keuntungan optimal.














