Proses pencarian terhadap korban kapal tenggelam telah memasuki hari kedua, dan tim SAR gabungan terus bekerja keras untuk menemukan mereka yang hilang. Pada hari ini, pencarian berfokus pada penyisiran area yang lebih luas, dengan melibatkan berbagai pihak yang berkompeten.
Keberadaan para personel dari berbagai instansi menunjukkan betapa seriusnya upaya pencarian ini. Setiap jam yang berlalu menjadi sangat berarti bagi keluarga yang menunggu kabar tentang orang-orang tersayang mereka.
Pentingnya Kerja Sama Tim dalam Pencarian Korban Kapal Tenggelam
Dalam situasi kecelakaan seperti ini, koordinasi antara lembaga sangatlah vital. Tim SAR gabungan yang terdiri dari KSOP, Basarnas, dan lembaga lainnya menunjukkan sinergi yang baik untuk melaksanakan tugas mulia ini.
Keahlian masing-masing tim memberikan kelebihan tersendiri dalam pencarian. Misalnya, kemampuan penyelam profesional sangat membantu dalam menjangkau area yang sulit dijangkau di bawah permukaan laut.
Keterlibatan potensi maritim juga tidak bisa diabaikan. Asosiasi pemilik kapal berperan penting dalam mendukung pencarian, baik dari segi sumber daya maupun informasi terkait kejadian.
Strategi Pencarian di Laut yang Ditempuh Tim SAR
Salah satu strategi yang diterapkan adalah penyisiran area seluas 1 nautical mile. Metode ini diharapkan dapat secara efektif menemukan para korban dalam waktu yang singkat.
Pencarian tidak hanya dilakukan di permukaan laut, tetapi juga menyelam ke dasar laut jika diperlukan. Hal ini memerlukan persiapan matang dan pemilihan alat utama yang sesuai untuk kelancaran operasi.
Tim SAR juga dihadapkan pada tantangan cuaca yang dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, pengamatan cuaca menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi pencarian ini.
Pengaturan Tempat Singgah untuk Tim SAR di Lokasi Pencarian
Dalam keadaan darurat, apabila cuaca semakin buruk, tim SAR memiliki rencana B untuk mengatasi situasi tersebut. Pos milik Balai Taman Nasional Komodo di Pulau Padar disiapkan sebagai shelter untuk tim.
Tempat ini telah dipersiapkan untuk menampung tim yang melakukan pencarian dengan nyaman. Dengan adanya shelter, tim dapat beristirahat dan berkumpul kembali untuk merencanakan langkah selanjutnya.
Penataan fasilitas tempat singgah juga mengutamakan keselamatan dan kenyamanan. Tim SAR dapat memperoleh waktu istirahat yang cukup sebelum kembali ke lapangan untuk melanjutkan pencarian.
















