Gas tertawa, atau nitrous oxide (N2O), semakin menjadi sorotan dalam beberapa pekan terakhir. Banyak penelitian dan artikel yang mengungkapkan risiko kesehatan yang terkait dengan penggunaan gas ini, terutama dalam konteks rekreasi yang tidak terkontrol.
Artikel terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal medis terkemuka menyoroti peningkatan signifikan dalam penggunaan gas ini di kalangan masyarakat umum. Ini menunjukan bahwa efek euforiknya membuat N2O semakin populer sebagai pilihan untuk bersenang-senang.
Data dari survei internasional mencakup ratusan peserta dari berbagai negara yang menunjukkan bahwa banyak individu ingin merasakan efek positif dari gas ini. Namun, di balik kesenangan tersebut, ada risiko kesehatan yang serius yang harus dipahami dengan baik.
Penelitian Mengenai Penggunaan N2O Di Kalangan Masyarakat
Survei Global tentang Obat yang melibatkan lebih dari 32.000 partisipan dari 22 negara menunjukkan bahwa persentase pengguna N2O meningkat pesat. Dalam survei ini, sekitar 22,5 persen responden mengaku telah menggunakan N2O untuk mendapatkan sensasi euforia.
Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan N2O meningkat dari 10 persen pada tahun 2015 menjadi 20 persen pada tahun 2021. Di Inggris, gas ini bahkan menjadi pilihan ketiga setelah kanabis dan kokain dalam hal penyalahgunaan zat.
Dengan data tersebut, jelas bahwa penggunaan N2O bukanlah fenomena yang bisa dipandang sepele. Fenomena ini perlu ditindaklanjuti dengan edukasi tentang risiko medis yang dapat ditimbulkan dari penggunaannya.
Dampak Buruk N2O Terhadap Kesehatan
Artikel di jurnal medis juga mencatat beberapa dampak buruk yang mungkin dialami oleh pengguna N2O secara berlebihan. Salah satu dampak utama adalah gangguan neurologik yang dapat menyebabkan masalah serius pada sistem saraf.
Mieloneuropati dan neuropati perifer adalah bentuk gangguan yang sering terjadi akibat penggunaan N2O. Hal ini dapat disebabkan karena defisiensi vitamin B12 yang disebabkan oleh faktor penggunaan gas tersebut.
Gejala yang muncul akibat gangguan ini bisa cukup meresahkan, mulai dari parestesia, ataksia, hingga kelemahan tubuh. Gangguan ini bahkan dapat menyebabkan masalah dalam buang air besar dan kecil, yang akan mengganggu kualitas hidup individu.
Aspek Hukum dan Regulasi Terkait Penggunaan N2O
Pemerintah dan otoritas kesehatan di berbagai negara mulai memperhatikan masalah yang ditimbulkan oleh penggunaan N2O. Beberapa negara mulai merumuskan peraturan untuk mengatur penggunaan gas ini, terutama di lingkungan yang tidak terkontrol.
Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari risiko kesehatan yang mungkin terjadi akibat penyalahgunaan nitrous oxide. Dengan regulasi yang lebih ketat, diharapkan penggunaan gas ini dapat diminimalkan.
Selain itu, edukasi dan sosialisasi tentang risiko penggunaan N2O juga menjadi sangat penting. Dengan pengetahuan yang tepat, masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih baik berkaitan dengan kesehatan mereka.














