Sebagian orang tua mungkin pernah menerima saran untuk menempelkan koin di pusar bayi mereka atau memijat benjolan hernia dengan harapan dapat menyelesaikan masalah tersebut. Meskipun cara ini dianggap sebagai solusi yang simpel, praktik tersebut tidak dianjurkan secara medis dan bisa menyebabkan masalah baru bagi kesehatan anak.
Dokter Spesialis Bedah Anak di salah satu rumah sakit terkemuka menjelaskan tujuan menempelkan koin adalah untuk menekan isi hernia agar tidak keluar. Namun, pada kasus hernia umbilikal, dinding perut bayi biasanya dapat menutup dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.
Membedakan metode penanganan hernia yang tepat membutuhkan pemahaman tentang kondisi ini dan apa yang terbaik untuk anak-anak. Menyelami fakta dan mitos seputar hernia akan membantu para orang tua membuat keputusan yang lebih baik.
Pentingnya Memahami Hernia pada Bayi
Hernia terjadi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol melalui dinding otot yang lemah. Pada bayi, jenis hernia yang umum dijumpai termasuk hernia umbilikal dan hernia inguinal. Memahami jenis hernia ini penting agar penanganan yang tepat dapat dilakukan.
Hernia umbilikal muncul pada area pusar dan biasanya terlihat sebagai benjolan kecil. Pada banyak kasus, kondisi ini akan menutup dengan sendirinya saat anak tumbuh. Namun, pemantauan yang tepat tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang serius.
Sementara itu, hernia inguinal lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Jenis ini dapat melibatkan usus atau jaringan lemak dan memerlukan perhatian medis lebih lanjut. Jika dibiarkan, hernia inguinal dapat berisiko mengganggu aliran darah ke bagian yang terjepit.
Risiko Menggunakan Metode Tradisional untuk Hernia
Tindakan menempelkan koin pada pusar bayi atau memijat benjolan hernia berisiko tinggi dan dapat berakibat fatal. Dampak fisik terhadap kulit yang lembut dapat menyebabkan iritasi dan infeksi, yang berpotensi memperburuk kondisi. Kulit di sekitar pusar bayi sangat sensitif dan dapat dengan mudah mengalami kerusakan.
Selain itu, menempelkan koin dapat menyebabkan perlunya perawatan lebih lanjut jika kulit sampai terbuka. Dokter juga mengingatkan bahwa tindakan ini hanya akan meningkatkan risiko komplikasi lainnya.
Selain iritasi kulit, risiko tersumbatnya aliran darah pada organ yang menjulang keluar juga dapat terjadi, yang dapat menimbulkan masalah serius. Oleh karena itu, saran medis profesional selalu diperlukan agar situasi tidak semakin memburuk.
Pentingnya Memijat Hernia pada Bayi
Memijat atau mengurut hernia juga sering dilakukan, tetapi tindakan ini sangat tidak disarankan. Memijat benjolan hernia dapat memperparah kondisi dan menyebabkan kerusakan pada jaringan di dalam perut. Bukan hanya dapat memperburuk hernia, tetapi juga dapat menyebabkan infeksi atau kerusakan jaringan yang lebih parah.
Dokter menegaskan bahwa tidak semua orang memiliki pengetahuan tentang penyebab utama benjolan tersebut. Oleh karena itu, melibatkan ahlinya adalah langkah yang lebih bijaksana dibandingkan mencoba-coba metode sendiri.
Kondisi ini menjadi lebih rumit ketika hernia berisi bagian organ tubuh, seperti usus atau indung telur, yang tidak tampil jelas dari luar. Mengurut atau memijat hernia dapat berakibat menyakitkan bagi anak dan menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan.
Apa yang Harus Dilakukan untuk Menangani Hernia?
Agar keluhan hernia tidak semakin parah, ada beberapa langkah yang bisa diambil orang tua. Pertama, penting untuk menghindari aktivitas yang dapat menyebabkan tekanan berlebihan pada perut bayi. Kegiatan seperti mengejan terlalu keras harus dihindari untuk mencegah hernia semakin parah.
Kedua, pastikan anak mendapatkan cukup cairan agar tidak mengalami sembelit, yang dapat memperburuk situasi. Mengontrol asupan cairan akan membantu menjaga kesehatan perut bayi secara keseluruhan.
Ketiga, hindari mengangkat beban berat dan dorong anak untuk menjalani gaya hidup sehat dengan aktivitas fisik yang sesuai dengan usianya. Mengajarkan kebiasaan sehat ini sangat penting demi mencegah munculnya hernia lebih lanjut atau penyebaran masalah lainnya.
Sementara hernia inguinal sering kali memerlukan intervensi bedah, hernia umbilikal pada bayi masih bisa menutup sendiri dalam waktu tertentu. Namun, kontrol medis diperlukan untuk memastikan tidak ada komplikasi yang terjadi.
Dokter menekankan bahwa penting bagi orang tua untuk tidak mencoba pengobatan tradisional tanpa saran atau bimbingan medis yang tepat. Langkah dini dalam merawat kondisi ini akan memberikan hasil yang lebih baik bagi kesehatan bayi.














