Jenazah seorang seniman bernama Lucky Widja dikebumikan dengan penuh khidmat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada siang hari yang mendung. Upacara pemakaman berlangsung dalam suasana haru, dihadiri oleh keluarga dan sahabat dekat, yang tampak membanjiri area makam dengan air mata dan isak tangis.
Di liang lahad yang sama, Lucky Widja dimakamkan bersebelahan dengan ayahnya, sebuah keputusan emosional yang dikemukakan oleh istrinya, Aleima Sharuna. Dalam suasana duka tersebut, Aleima menjelaskan bahwa alasan pemilihan lokasi pemakaman ini sangat bermakna, mencerminkan hubungan erat antara Lucky dan sang ayah semasa hidup.
“Kami merasa ini adalah lokasi pemakaman yang sudah kami ketahui, dan di atas ayahnya. Mas Lucky sangat mencintai papanya, itu artinya mereka bisa bersatu kembali,” ungkap Aleima setelah proses pemakaman selesai.
Kenangan Indah Tentang Lucky Widja
Aleima Sharuna kemudian mengenang sosok Lucky sebagai seorang kepala keluarga yang penuh kasih sayang. Ia menggambarkan suaminya sebagai pribadi yang selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarga kecil mereka, terutama untuk anaknya.
“Dia sangat baik, sayang sekali kepada kita semua. Terutama anaknya, dia akan melakukan apa saja demi kebahagiaan sang buah hati,” ingat Aleima dengan nada penuh kerinduan. Kehilangan Lucky tentu menjadi pukulan berat bagi anak semata wayang mereka yang masih kecil.
Tak dapat dipungkiri, kepergian Lucky Widja meninggalkan kesedihan mendalam di hati anak mereka. Aleima berbagi tentang bagaimana anaknya bereaksi, bingung di antara kesedihan dan ketidaknyamanan menghadapi kenyataan pahit ini. “Namanya anak-anak, pasti nangis, bingung sendiri,” kata Aleima, menandakan betapa sulitnya situasi yang harus dihadapi mereka.
Firasat Sebelum Kepergian Lucky Widja
Mengenai firasat yang mungkin dirasakan sebelum kepergian suaminya, Aleima mengakui tidak memiliki tanda-tanda spesifik. Baginya, firasat adalah sesuatu yang tidak ingin dialami oleh siapapun, apalagi yang berkaitan dengan kematian.
“Firasat itu aneh, tidak ada yang ingin merasakannya,” ungkap Aleima. Meski tidak merasa adanya tanda-tanda, kepergian Lucky tetap meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi dirinya dan semua orang yang mengenalnya.
Aktivitas Dan Jadwal Berkarya Lucky Widja
Di masa-masa terakhir hidupnya, Lucky tetap aktif dalam dunia musik. Aleima menjelaskan bahwa suaminya masih memiliki berbagai jadwal manggung, meskipun ia sendiri tidak terlibat dalam pengaturannya.
“Biasanya, yang tahu soal jadwal manggung adalah rekan-rekannya. Saya tidak terlalu mengikuti, sering kali hanya diberi tahu menjelang pertunjukan,” papar Aleima. Kemandirian Lucky dalam urusan kerja menunjukkan betapa profesional dirinya dalam menjalani kariernya sebagai seorang musisi.
Walaupun tidak terlibat secara langsung, Aleima selalu mendukung karier suaminya. Ia percaya bahwa setiap langkah yang diambil Lucky adalah bagian dari dedikasi untuk dunia musik dan penggemarnya.
Permohonan Maaf untuk Sang Suami yang Telah Pergi
Dalam kesempatan yang diberikan, Aleima menyerukan permohonan maaf mewakili suaminya kepada semua yang pernah mengenal Lucky. Aleima merasa perlu untuk menyampaikan permohonan tersebut agar dapat menghapus rasa sakit hati yang mungkin pernah ada.
“Tolong dimaafkan jika ada kata-kata yang menyakiti, dan jika ada perlakuan yang membuat kesal,” ucapnya. Ini adalah tanda bahwa meskipun telah tiada, Lucky akan selalu dikenang dengan kasih sayang oleh istrinya dan semua orang yang mencintainya.
Kini, yang tersisa hanyalah kenangan dan doa tulus dari orang-orang terkasih untuk ketenangan jiwa Lucky Widja. Kehilangan ini menambah daftar panjang rasa duka yang dirasakan oleh mereka yang telah mengenal seniman berbakat ini.















