Dalam versi beta One UI 8.5, Samsung memperkenalkan perubahan yang menarik pada tampilan antarmuka. Salah satu perubahan utama adalah pemindahan fitur pencarian di aplikasi Pengaturan ke bagian bawah layar, yang dirancang agar lebih mudah diakses.
Namun, perubahan ini tidak diterapkan secara merata di seluruh aplikasi bawaan. Sebagian besar aplikasi masih mempertahankan posisi tombol pencarian di area atas, menjadikannya sulit dijangkau dengan satu tangan, terutama bagi pengguna ponsel besar.
Beberapa aplikasi lain, seperti telepon, kalender, dan galeri, memiliki elemen navigasi di bagian bawah layar yang bisa dimanfaatkan. Meskipun demikian, masih ada area kosong yang tidak digunakan secara optimal.
Ketidaksamaan dalam tata letak antarmuka ini berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna. Setiap kali berpindah aplikasi, pengguna harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan penggunaan yang berbeda.
Panel Cepat Dinilai Kurang Ramah Jangkauan
Kritik lainnya juga muncul terkait panel Quick Settings. Meskipun Samsung merombak panel ini menjadi lebih fleksibel, posisi tombol penting seperti menu daya tetap berada di bagian atas, menyulitkan akses dengan satu tangan.
Dalam One UI, meskipun terdapat peningkatan pada elemen lainnya, tombol-tombol yang sering digunakan masih berada pada posisi yang tidak ergonomis. Hal ini mengindikasikan bahwa desain antarmuka terkadang mengabaikan aspek kenyamanan pengguna.
Pentingnya penempatan tombol-tombol krusial ini diabaikan, meskipun hampir semua elemen Quick Settings dirombak. Pengguna kini bisa mengubah ukuran tombol dan menata ulang ikon, namun pengaturan ini tidak berlaku untuk tombol yang paling sering digunakan.
Ini menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi dan intuitivitas dalam perancangan antarmuka. Jika elemen lain yang kurang penting dapat disesuaikan, mengapa tidak untuk tombol-tombol utama yang sering diakses?
Pentingnya Desain yang Konsisten di Seluruh Aplikasi
Desain antarmuka yang konsisten sangat penting untuk menciptakan pengalaman pengguna yang baik. Ketidakseragaman ini dapat menyebabkan kebingungan dan frustrasi bagi pengguna yang beralih antara aplikasi.
Sebagian pengguna mungkin tidak akan menyadari fitur baru yang ditawarkan jika desainnya tidak menarik perhatian. Oleh karena itu, penting bagi Samsung untuk menangani masalah ini agar pengalaman pengguna tidak terfragmentasi.
Konsistensi dalam desain juga menciptakan ekspektasi bagi pengguna. Jika pengalaman di satu aplikasi membuat mereka merasa nyaman, mereka berharap merasakan hal yang sama saat menggunakan aplikasi lain.
Kehadiran tombol yang ditempatkan secara strategis dapat membuat perbedaan besar dalam kenyamanan penggunaan. Kesulitan dalam menjangkau elemen antarmuka dapat membuat pengguna merasa frustasi dan dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk tetap menggunakan perangkat tersebut.
Relevansi Antarmuka pada Pengalaman Pengguna
Pengalaman pengguna yang baik sangat bergantung pada desain antarmuka yang baik. Desain yang tidak ergonomis dapat membatasi potensi penggunaan device secara optimal. Elemen yang mudah diakses dapat membuat aktivitas sehari-hari lebih efisien.
Oleh karena itu, perubahan yang dapat meningkatkan aksesibilitas harus menjadi prioritas. Samsung harus mempertimbangkan masukan dari pengguna ketika melakukan perubahan pada antarmuka.
Penerapan desain yang ramah pengguna tidak hanya meningkatkan kepuasan tetapi juga kemungkinan pengguna untuk merekomendasikan perangkat tersebut kepada orang lain. Dalam era kompetisi yang ketat, ini menjadi faktor yang sangat penting.
Pentingnya penempatan elemen dalam antarmuka tidak bisa diabaikan. Ini menjadi isu mendasar yang seharusnya menjadi perhatian utama dalam setiap pembaruan.
Solusi untuk Meningkatkan Ergonomi dalam Desain Antarmuka
Mengubah posisi tombol yang sering digunakan ke tempat yang lebih mudah dijangkau bisa menjadi langkah awal. Penempatan yang strategis akan sangat membantu pengguna dalam berinteraksi dengan perangkat mereka.
Design sprint untuk pengujian pengguna juga bisa memberikan masukan berharga mengenai aspek mana yang harus diperbaiki. Dengan mendengarkan suara pengguna, Samsung dapat menciptakan pengalaman yang lebih baik di setiap pembaruan.
Hal ini bisa mencakup lebih dari sekadar pengaturan panel Quick Settings. Mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif dalam desain dapat membuka jalan bagi fitur-fitur baru yang lebih inovatif.
Bekerja sama dengan pengguna untuk memahami bagaimana mereka berinteraksi dengan antarmuka dapat memberikan wawasan yang lebih dalam. Dengan pemahaman tersebut, Samsung seharusnya dapat menciptakan antarmuka yang benar-benar memenuhi harapan pengguna.














