Malaysia sedang bersiap untuk mengimplementasikan rencana ambisius dengan meluncurkan 21 rute penerbangan internasional baru di awal tahun 2026. Langkah ini diharapkan mampu mendukung program Visit Malaysia Year 2026 yang akan menarik lebih banyak wisatawan ke negara tersebut.
Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Tiong King Sing, menyampaikan bahwa rute penerbangan ini akan mulai beroperasi dari akhir tahun 2025 hingga awal tahun 2026. Layanan baru ini dirancang untuk menghubungkan Malaysia dengan berbagai destinasi di Asia Tenggara, Asia Timur, serta beberapa negara lainnya.
Dari total 21 rute yang direncanakan, sebanyak 16 penerbangan akan mulai operasional pada bulan Desember 2025. Dengan demikian, Malaysia berpotensi untuk meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas internasional yang lebih baik bagi wisatawan.
Detail Rencana Penerbangan Internasional Baru Malaysia
Pemerintah Malaysia mengumumkan bahwa dari 16 rute baru tersebut, 13 rute dijadwalkan beroperasi pada Desember 2025. Sedangkan rute lainnya akan mulai terbang pada Januari 2026, sebuah langkah penting untuk meningkatkan kedatangan wisatawan.
Rute baru ini terdiri dari sejumlah penerbangan langsung yang diperkirakan mampu mengangkut hingga 14 ribu penumpang setiap minggunya. Dengan tambahan penerbangan ini, jumlah total penerbangan langsung ke Malaysia menjadi 81, menunjukkan potensi besar dalam menarik wisatawan internasional.
Penerbangan baru ini akan melibatkan delapan negara dan menyasar 17 destinasi penting. Rute ini diharapkan tidak hanya memperkuat ekonomi pariwisata, tetapi juga memperluas jaringan penerbangan yang ada di negara tersebut.
Destinasi Tujuan dan Fokus Ekspansi Saat Ini
Pusat utama ekspansi rute penerbangan adalah Asia Timur, dengan tujuh penerbangan internasional baru yang menghubungkan Malaysia ke sejumlah kota di China. Keberadaan rute-rute ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan dari negara-negara tersebut.
Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia akan menghadirkan enam rute penerbangan baru yang menghubungkan langsung ke Singapura, Jakarta dan Medan di Indonesia, serta Cebu di Filipina. Semua ini mencerminkan pentingnya Malaysia sebagai salah satu pusat perjalanan regional.
Rute-rute baru juga akan menghubungkan negara ini dengan tujuan jauh seperti Osaka di Jepang, Busan di Korea Selatan, dan Taichung di Taiwan. Hal ini menunjukkan bahwa Malaysia berkomitmen untuk memperkuat posisinya di peta pariwisata Asia.
Target dan Ambisi Malaysia dalam Menyambut Tahun Kunjungan Wisatawan
Malaysia telah mencatat lebih dari 28 juta kedatangan dalam delapan bulan pertama tahun 2025, sebuah peningkatan signifikan sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun lalu. Angka ini menunjukkan bahwa negara ini tetap menjadi salah satu tujuan wisata utama di Asia Tenggara.
Pemerintah Malaysia menargetkan kunjungan wisatawan internasional mencapai 47 juta dengan pendapatan sebesar 80 miliar dolar AS pada tahun 2026. Target ambisius ini mencerminkan harapan yang tinggi untuk meningkatnya ekonomi pariwisata di negara tersebut.
Dengan peluncuran rute penerbangan baru ini, Malaysia tidak hanya ingin menarik lebih banyak pengunjung tetapi juga memperkuat identitasnya sebagai destinasi wisata yang menarik di kawasan Asia. Rencana ini adalah bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata.














