Dalam situasi bencana alam, pemulihan infrastruktur merupakan hal yang sangat penting. Di Aceh, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memberikan update terkait proses pemulihan listrik setelah terjadinya bencana banjir. Ia menjelaskan bahwa tingkat pemulihan ini sangat bergantung pada akses ke daerah yang terkena dampak.
“Pagarlah rintangan ke daerah yang terisolasi akan memperlambat proses pemulihan. Namun, daerah yang aksesnya terbuka mengalami pemulihan yang lebih cepat,” jelas Darmawan dalam Rapat Satgas Pemulihan Pasca Bencana yang disiarkan melalui media sosial.
Dari total 23 kabupaten dan kota yang terdampak, 15 di antaranya sudah berhasil dipulihkan sepenuhnya. Namun, 8 area lainnya hingga saat ini masih mengalami kendala dalam pemulihan, khususnya dalam menyuplai listrik ke rumah-rumah warga.
Pemulihan di Aceh Tengah telah mencapai 70,8 persen, tetapi masih terdapat kendala dalam pengiriman material ke lokasi-lokasi yang terkena bencana. Hal ini karena pemulihan bergantung pada akses yang tersedia agar proses dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Beredar kabar baik dari Bener Meriah, yang berhasil mencapai 83,6 persen sambungan listrik, meski ada 38 desa yang masih padam. Pada area Gayo Luwes, sebanyak 41 desa belum mendapatkan aliran listrik dari total 95 desa di wilayah tersebut.
Perkembangan Terbaru Pemulihan Listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah
Pemulihan listrik di Aceh Tengah dan Bener Meriah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Meskipun ada kendala dalam pengiriman material, upaya pemulihan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Ia mencatat, pemulihan yang optimal akan terus diperjuangkan seiring terbukanya jalur transportasi.
“Material yang diperlukan sedang dalam perjalanan ke lokasi. Dengan terbukanya jalur dari Langsa ke Blangkejeran, kami berharap proses pemulihan akan lebih cepat,” imbuh Darmawan. Hal ini menjadi harapan positif bagi masyarakat yang masih menantikan aliran listrik kembali.”
Ditambahkan, untuk daerah Gayo Luwes, harapan untuk mendapatkan listrik kembali juga makin nyata. Terbukanya akses jalan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat distribusi tiang listrik yang diperlukan.
Memastikan sambungan listrik kembali normal bukan hanya soal teknis, tetapi juga menghadapi tantangan alam. Oleh karenanya, PLN terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mempercepat pemulihan ini.
Detail Pemulihan di Aceh Utara dan Aceh Tamiang
Di Aceh Utara, terdapat dua desa yang masih belum teraliri listrik dari total 850 desa. Dalam konteks ini, jumlah rumah yang terdampak mencapai sekitar 80 ribu. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, masih ada tantangan yang harus dihadapi.
Sementara itu, Aceh Tamiang juga melaporkan sisa tujuh desa yang masih padam listrik dari total 209 desa. Proses pemulihan di sini juga melibatkan sekitar 38 ribu rumah pelanggan yang hingga kini masih menunggu aliran listrik kembali.
Pemulihan di Aceh Timur menunjukkan hasil yang lebih baik dengan 491 desa dari 513 desa yang telah teraliri listrik. Sekitar 95 persen dari desa-desa tersebut sudah mendapatkan akses listrik, meskipun 22 persen ainda padam, masih terdapat sekitar 11 ribu rumah yang terimbas gangguan tersebut.
Darmawan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PLN dan pemerintah daerah dalam proses ini. Hanya dengan koordinasi yang baik, pemulihan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
Tantangan dan Harapan di Tengah Pemulihan Pasca Bencana
Salah satu tantangan besar dalam pemulihan listrik pasca bencana adalah kondisi geografis wilayah Aceh yang beragam. Akses ke daerah-daerah tertentu menjadi sulit, terutama untuk mengirimkan material dan peralatan yang diperlukan. Hal ini menjadi perhatian serius bagi PLN.
Dengan terbukanya jalur transportasi baru, PLN optimis bahwa proses pemulihan dapat berjalan lebih lancar. Ketersediaan akses jalan akan memudahkan distribusi tiang listrik dan peralatan lainnya yang dibutuhkan untuk memulihkan jaringan listrik.
Selain tantangan fisik, PLN juga perlu memastikan adanya partisipasi masyarakat dalam pemulihan. Edukasi dan sosialisasi kepada warga tentang pemakaian listrik yang aman dan efisien sangatlah penting, terutama dalam situasi setelah bencana.
Pada akhirnya, ini adalah momentum untuk meningkatkan ketahanan infrastruktur listrik di Aceh. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan masyarakat dapat segera menikmati kembali kondisi kelistrikan yang normal dan andal.















