Anggapan bahwa tangisan bayi yang terlalu kencang dapat menyebabkan hernia masih banyak dipercaya oleh sebagian orang. Namun, penting untuk memahami bahwa ini adalah mitos yang tidak berdasar dan tidak memiliki bukti medis yang kuat.
Banyak orang tua cenderung menyalahkan tangisan bayi ketika melihat adanya benjolan di area selangkangan atau pusar. Itu sebabnya, penting untuk mengenali fakta dan mitos seputar masalah ini agar orang tua tidak panik dan dapat mengambil langkah yang benar.
Memahami Penyebab Hernia Pada Bayi Dengan Lebih Baik
Dokter spesialis bedah menjelaskan bahwa menangis bukanlah penyebab utama terjadinya hernia. Sebenarnya, lubang atau celah yang menyebabkan hernia pada anak umumnya sudah ada sejak lahir, bisa jadi akibat perkembangan tubuh yang alami.
Menangis pada bayi dapat meningkatkan tekanan di dalam perut. Dengan peningkatan tekanan ini, isi perut seperti usus dapat terdorong keluar melalui lubang yang sudah ada, sehingga benjolan hernia tampak lebih jelas.
Jadi, istilah “menangis menyebabkan hernia” adalah salah kaprah. Menangis bukan pemicu terjadinya hernia, melainkan menjadikannya terlihat dengan lebih jelas.
Penting juga untuk dicatat bahwa ini berlaku untuk semua jenis hernia, termasuk hernia inguinal dan umbilikal yang sering terjadi pada bayi. Dalam kedua kasus ini, benjolan dapat terlihat lebih jelas ketika bayi menangis.
Informasi ini penting diberikan kepada orang tua agar mereka tidak panik setiap kali bayi mereka menangis dan tidak segera mengaitkan tangisan tersebut dengan masalah kesehatan serius.
Gejala Hernia yang Perlu Dikenali oleh Orang Tua
Walaupun tangisan tidak berhubungan langsung dengan terjadinya hernia, orang tua harus tetap waspada dengan gejala-gejala yang dapat menunjukkan adanya masalah. Beberapa gejala perlu diperhatikan antara lain adalah benjolan di selangkangan atau pusar.
Selain itu, nyeri di area perut bagian bawah juga bisa menjadi tanda hernia. Jika bayi terlihat rewel tanpa penyebab yang jelas, ini bisa menandakan ada masalah yang mendasar.
Tonjolan yang tampak berkembang saat bayi menangis, mengejan, atau batuk juga merupakan indikator penting. Jika tanda-tanda ini muncul, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Orang tua dianjurkan untuk memahami bahwa menangis adalah bagian dari perilaku normal bayi. Namun, mengenali gejala hernia yang berkaitan dengan tangisan bayi sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka.
Dengan memahami gejala dan penyebab hernia, orang tua bisa lebih tenang saat melihat anak mereka menangis dan dapat memberikan perawatan yang tepat ketika diperlukan.
Langkah-langkah yang Harus Diambil Jika Ada Gejala Hernia
Jika orang tua menemukan tanda-tanda hernia pada bayi mereka, langkah pertama yang harus diambil adalah menghubungi dokter. Dalam banyak kasus, diagnosis dini akan membantu mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengonfirmasi adanya hernia. Pemeriksaan ini sederhana dan tidak akan menyakitkan bagi bayi.
Setelah memastikan diagnosis, dokter akan memberikan opsi penanganan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, hernia bisa sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan intervensi bedah.
Namun, jika hernia tergolong serius, terutama jika menyangkut area yang menyebabkan nyeri, dokter mungkin akan merujuk ke ahli bedah untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Orang tua juga harus memperhatikan perilaku bayi setelah mendapatkan penanganan. Jika bayi kembali menunjukkan gejala-gejala yang sama, jangan ragu untuk melakukan konsultasi ulang ke dokter.














