Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, baru-baru ini membagikan pengalamannya dalam merintis bisnis. Dia memberi inspirasi kepada banyak orang saat tampil sebagai pembicara di LPS Financial Festival yang diadakan di Kota Medan, Sumatra Utara.
Dalam acara tersebut, Rico menceritakan kehidupan awal dan bagaimana keputusan bisnisnya membentuk karirnya. Dari latar belakang keluarga pengusaha, dia tidak ingin hanya bergantung pada passive income, melainkan ingin menciptakan sesuatu yang lebih berkelanjutan.
“Saya bilang kepada keluarga, kenapa kita nggak jualan? Dari pada hanya mengandalkan passive income yang uangnya itu segitu-segitu saja,” ungkap Rico dalam presentasinya.
Modal awal yang didapatnya berasal dari pinjaman sebesar Rp 50 juta. Pinjaman ini digunakan untuk mendirikan sebuah restoran kecil yang menjadi fondasi awal kesuksesannya.
Rico mengekspresikan komitmen dan ketekunan dalam setiap langkah yang diambilnya. Meskipun banyak keterbatasan, dia melakukan desain dan pembangunan restoran tersebut sendiri dengan penuh semangat.
“Ini adalah modal bagi saya untuk berpikir ini harus bisa dilaksanakan secara independen,” katanya, menunjukkan keyakinan yang kuat terhadap kemampuannya.
Setelah 20 tahun, restoran yang dimulai dari usaha kecil tersebut kini telah berkembang menjadi jangkauan yang lebih luas, menciptakan bisnis catering dan event organizer.
Tidak lama setelah memulai bisnis, Rico pindah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya. Dia mengatur pengeluaran dengan sangat ketat, meskipun orang tuanya mampu membiayai segala keperluannya.
“Saya dikirim uang tahun 2005 Rp 1 juta. Saya siapkan uang saya sehari Rp 12.000 untuk berbagai keperluan,” jelas Rico tentang pengaturannya saat kuliah di Jakarta.
Dia seringkali hanya mengandalkan kemampuan dan kreativitas pribadi untuk bertahan hidup. Dengan semua tantangan yang dihadapi, Rico merasa itu adalah proses pembelajaran penting.
“Yang saya lakukan adalah melatih daya ketangguhan menghadapi Jakarta. Segala keterbatasan ini akan mengasah kemampuan saya,” tambahnya dengan tegas.
Pengalaman Pribadi dalam Merintis Usaha yang Sukses
Tantangan adalah bagian dari perjalanan yang dihadapi Rico. Meskipun bisa saja berfokus pada dukungan keuangan dari orang tuanya, dia memilih untuk belajar mandiri. Langkah ini menunjukkan betapa berartinya pendidikan dan pengalaman di dunia nyata bagi dirinya.
Kehidupan saya saat kuliah di Jakarta bukanlah hal yang mudah. Namun, semua itu menjadi bagian dari pembentukan karakter dan jiwa kewirausahaan yang lebih kuat.
Keberhasilan yang diraih Rico saat ini bukanlah hasil instan. Proses pejuangan selama bertahun-tahun, pengorbanan, dan ketekunan telah membawanya ke titik ini.
“Alhamdulillah resto itu bisa hidup sampai sekarang,” ujarnya dengan bangga. Ini menunjukkan bahwa tekad dan semangat juang sangat penting dalam menciptakan usaha yang berhasil.
Selain kesuksesan bisnis, Rico juga menekankan pentingnya membangun jaringan. Dia berusaha untuk memperluas koneksi yang bisa membantu bisnisnya berkembang lebih jauh.
Strategi dan Inovasi dalam Berbisnis
Pada awalnya, Rico fokus pada restoran sebelum memperluas usahanya ke bidang lain. Diversifikasi usaha adalah langkah penting yang diambilnya untuk mencapai keberhasilan yang lebih besar.
Dari sebuah restoran kecil, kini Rico telah membuka jasa catering dan pernikahan, yang semakin memperluas cakupan bisnisnya. “Kami buka jaringan catering, resto, bahkan saya buka event organizer,” jelasnya.
Penting bagi pengusaha untuk selalu berinovasi agar tetap relevan di pasar yang kompetitif. Rico selalu berusaha untuk menciptakan layanan yang baru dan berbeda dari yang sudah ada.
Inovasi tidak hanya dari segi produk, tetapi juga dari segi pelayanan kepada pelanggan. Komitmen untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan adalah prioritas utama bagi Rico.
Melalui berbagai pengalaman di lapangan, disertai pembelajaran dari kesuksesan dan kegagalan, Rico terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam setiap langkah bisnisnya.
Pentingnya Pendidikan dan Pembinaan Mental dalam Berwirausaha
Pendidikan formal memang sangat diperlukan, tetapi pendidikan non-formal juga tak kalah penting bagi pengusaha. Dalam proses belajar, pengalaman langsung di dunia bisnis adalah guru terbaik bagi Rico.
“Saya belajar banyak dari setiap kegagalan yang telah saya alami,” ungkapnya. Setiap tantangan dihadapi dengan sikap positif dan semangat untuk bangkit kembali.
Rico juga sering berbagi pengalamannya dengan para pelajar dan calon pengusaha. Dia percaya bahwa memberikan motivasi dan dukungan kepada generasi muda sangat penting untuk menciptakan jiwa kewirausahaan di tengah masyarakat.
“Jangan takut gagal. Gagal bukanlah akhir, tetapi awal dari kesuksesan yang lebih besar,” pesannya kepada generasi muda yang mengikuti jejaknya.
Melalui seminar dan pelatihan, Rico berusaha mentor bagi anak-anak muda, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, setiap orang dapat mencapai impiannya.