Pasar rokok elektronik di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya mengalami pertumbuhan signifikan, mencapai USD 760 juta pada 2024. Jika tidak ada regulasi ketat dari pemerintah, diperkirakan angka ini akan terus meningkat, dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat semakin memprihatinkan.
Fenomena ini mencerminkan tren global yang menunjukkan semakin banyak individu beralih dari rokok konvensional ke produk nikotin alternatif. Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari otoritas terkait untuk menciptakan regulasi yang dapat melindungi kesehatan masyarakat.
Di sebagian besar negara, rokok elektronik dan produk tembakau hangat (HTP) menghadapi berbagai peraturan ketat. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran akan risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh produk-produk ini.
Pemahaman Tentang Rokok Elektronik dan Dampaknya di ASEAN
Rokok elektronik sering dianggap alternatif yang lebih aman daripada rokok tradisional, tetapi penelitian menunjukkan bahwa risiko kesehatan tetap ada. Penggunaan nikotin dalam bentuk apa pun dapat menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang dan adiksi.
Di ASEAN, ada tujuh negara yang sudah mengambil langkah tegas dengan melarang maupun membatasi penjualan produk ini. Langkah ini patut dicontoh oleh negara-negara lain untuk melindungi generasi muda dari efek negatif produk nikotin.
Pengaruh sosial yang dimiliki oleh penggunaan rokok elektronik juga tidak bisa diabaikan. Ketersediaan mudah dan pemasaran yang agresif bisa menarik minat orang-orang yang sebelumnya tidak merokok.
Pentingnya Regulasi Ketat Dalam Mengendalikan Pasar Produk Nikotin
Regulasi ketat sangat penting untuk mengendalikan penyebaran produk nikotin di masyarakat, khususnya di kalangan remaja. Tanpa langkah tegas, kemudahan akses ke produk-produk ini dapat meningkatkan angka pengguna baru di kalangan usia muda.
Pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan tindakan serupa seperti yang sudah diterapkan di negara-negara lain. Larangan penjualan produk nikotin untuk keperluan rekreasi dapat mengurangi jumlah perokok baru yang muncul.
Kebijakan yang memadai akan berdampak langsung kepada upaya kesehatan masyarakat secara keseluruhan, termasuk pengurangan angka penyakit yang terkait dengan kebiasaan merokok. Ini penting demi mencapai Indonesia Emas pada tahun 2045.
Kesadaran Masyarakat dan Pendidikan Seputar Bahaya Rokok Elektronik
Kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok elektronik perlu ditingkatkan melalui kampanye pendidikan yang efektif. Informasi yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih baik terkait penggunaan produk nikotin.
Program edukasi di sekolah-sekolah juga diperlukan untuk mencegah generasi muda terpapar oleh kebiasaan merokok dari usia dini. Dengan pendekatan yang lebih informatif, kita dapat membantu mereka menyadari dampak negatif dari rokok konvensional maupun hukum.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bebas dari produk-produk berisiko tinggi. Upaya bersama ini akan menjadi fondasi bagi kesehatan generasi mendatang.















