PT Kereta Api Indonesia (Persero) baru-baru ini mengumumkan pencapaian signifikan dalam penjualan tiket kereta api jarak jauh selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Dengan jumlah lebih dari 2,5 juta pelanggan, tingkat popularitas moda transportasi kereta api terus menunjukkan tren yang mengesankan dalam mendukung perjalanan akhir tahun masyarakat.
Pihak KAI menyebutkan bahwa hingga tanggal 25 Desember 2025, penjualan tiket mencapai 2.525.134 dari total kapasitas 2.761.048 tempat duduk. Capaian ini mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menggunakan kereta api sebagai sarana transportasi untuk liburan, silaturahmi, dan mobilitas ekonomi selama periode penting ini.
Dengan target yang ditetapkan, KAI menyediakan kapasitas yang cukup untuk memenuhi permintaan. Total penjualan tiket kereta api selama periode Natal dan Tahun Baru mencapai 2.948.025 dari kapasitas total 3.506.104 tempat duduk yang disiapkan untuk kereta jarak jauh dan kereta lokal.
Strategi KAI untuk Memenuhi Permintaan Tinggi di Musim Liburan
KAI mengembangkan berbagai strategi untuk memastikan ketersediaan tempat duduk yang cukup bagi masyarakat. Kapasitas yang disiapkan bertujuan untuk mendukung mobilitas dalam berbagai bentuk, mulai dari berwisata hingga menjalin silaturahmi di momen penting.
Menurut pihak KAI, tingginya minat di berbagai relasi kereta terlihat jelas. Beberapa relasi dengan volume penumpang terbanyak, seperti Gambir-Yogyakarta, menunjukkan popularitas rute-rute tertentu yang menghubungkan daerah tujuan mudik dan wisata.
Penumpang dari titik keberangkatan seperti Pasar Senen dan Lempuyangan juga mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini menandakan bahwa kereta api menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam merayakan Natal dan Tahun Baru.
Pola Perjalanan Masyarakat Selama Liburan
Selama periode liburan, pola perjalanan masyarakat terlihat mengarah pada pujian kereta api sebagai transportasi pilihan. Rute-rute utama memiliki konsentrasi penumpang yang tinggi, termasuk relasi antara Yogyakarta dan Surabaya.
Dengan volume penumpang yang terus meningkat, KAI mengidentifikasi relasi yang menghubungkan pusat aktivitas dan tujuan wisata sebagai daya tarik utama bagi penumpang. Masyarakat memilih kereta api karena kemudahan dan kenyamanannya dalam perjalanan.
KAI juga mencatat bahwa penjualan tiket kereta lokal mencapai 422.891 hingga tanggal 25 Desember 2025. Karakteristik penjualan yang bervariasi ini menunjukkan bahwa penjualan KA lokal masih bisa mengalami fluktuasi menjelang hari keberangkatan, menjadi lebih dinamis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Manfaat Penggunaan Kereta Api dalam Mobilitas Akhir Tahun
Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari penggunaan kereta api sebagai pilihan transportasi. Ketepatan waktu dan kenyamanan yang ditawarkan kereta api menjadi salah satu faktor penentu bagi masyarakat dalam memilih moda transportasi ini untuk liburan.
Dengan dukungan berbagai kebijakan selama masa angkutan, KAI berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Pelanggan merasakan kesatuan dalam berpergian, dari pembelian tiket hingga perjalanan yang menyenangkan.
Kereta api juga menyediakan peluang bagi ekonomi lokal. Melalui peningkatan mobilitas, sektor usaha di daerah yang dilalui kereta api dapat berkembang, membawa dampak positif bagi penghidupan masyarakat.
Sebagai langkah lebih lanjut, KAI terus berupaya untuk meningkatkan layanan dengan menambah frekuensi perjalanan dan memastikan keselamatan penumpang. Setiap aspek dari perjalanan penumpang menjadi perhatian utama, untuk memberikan pengalaman terbaik selama liburan.
Dengan semua upaya ini, diharapkan kereta api akan terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Indonesia dalam merayakan momen-momen penting, menjalin silaturahmi, dan menjalani berbagai aktivitas ekonomi, khususnya pada saat-saat liburan yang padat. Seiring dengan berkembangnya tren perjalanan ini, KAI berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengikuti kebutuhan masyarakat.
















