Rambut rontok merupakan masalah umum yang bisa mengganggu kepercayaan diri seseorang, terutama pada ibu menyusui. Di masa-masa setelah melahirkan, perempuan sering kali mengalami peningkatan kerontokan rambut, yang bisa membuat mereka merasa cemas dan frustrasi.
Meskipun tampak sebagai masalah yang serius, penting untuk memahami bahwa kerontokan rambut pada ibu menyusui sering kali bersifat sementara dan dapat diatasi dengan cara yang tepat. Dengan mengetahui penyebab dan beberapa solusi, ibu dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Penyebab Rambut Rontok saat Ibu Menyusui yang Perlu Diketahui
Rambut rontok tidak secara langsung disebabkan oleh proses menyusui, tetapi lebih kepada faktor hormonal yang sering dialami setelah persalinan. Dalam situasi ini, penurunan kadar estrogen adalah salah satu penyebab utama yang memengaruhi kesehatan rambut.
Perubahan hormon setelah melahirkan menyebabkan banyak rambut yang sebelumnya berada dalam fase pertumbuhan aktif beralih ke fase istirahat. Pembalikan kondisi ini membuat kerontokan rambut lebih nyata bagi sebagian ibu hamil.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa ibu menyusui mengalami kerontokan rambut yang signifikan. Memahami hal ini akan membantu mengurangi rasa cemas yang mungkin terjadi.
Perubahan Hormon sebagai Penyebab Utama Rambut Rontok
Selama kehamilan, kadar estrogen meningkat pesat, memberikan efek perlindungan bagi rambut. Hormon tersebut membantu memperpanjang fase pertumbuhan rambut, sehingga tampak lebih tebal dan berkilau.
Setelah persalinan, ketika kadar estrogen kembali menurun, rambut yang tertahan selama kehamilan mulai rontok sekaligus dalam jumlah yang lebih banyak. Hal ini seringkali terasa mengejutkan bagi ibu, tetapi adalah bagian dari proses alami tubuh.
Seiring waktu, tubuh akan kembali menyesuaikan diri dengan tingkat hormon normal. Proses ini membuat banyak ibu merasakan kerontokan rambut dalam jumlah yang tidak biasa dalam waktu singkat.
Siklus Pertumbuhan Rambut yang Memengaruhi Kerontokan
Rambut mengalami siklus pertumbuhan yang terdiri dari beberapa fase, yaitu anagen, katagen, dan telogen. Fase-fase ini masing-masing berfungsi dalam proses pertumbuhan dan penggantian rambut. Namun, setelah melahirkan, banyak rambut beralih ke fase telogen secara bersamaan, menyebabkan kerontokan yang signifikan.
Dalam kondisi normal, seseorang kehilangan sekitar 50-100 helai rambut per hari. Namun, setelah melahirkan, kerontokan bisa meningkat secara drastis, yang dikenal dengan istilah telogen effluvium. Ini adalah hal yang umum dan biasanya bersifat sementara.
Meskipun kerontokan rambut pascapersalinan berlangsung, umumnya kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus dan dapat kembali normal dalam waktu enam bulan hingga satu tahun. Amati pola kerontokan dan perhatikan apakah berlangsung lebih dari periode tersebut.
Langkah-Langkah Mengurangi Kerontokan Rambut pada Ibu Menyusui
Penting bagi ibu menyusui untuk melakukan perawatan yang baik untuk rambutnya agar kerontokan dapat diminimalisir. Salah satu langkah awal yang dapat dilakukan adalah memilih sampo dan kondisioner yang diformulasikan untuk rambut yang tipis atau rontok.
Aplikasikan kondisioner hanya pada ujung rambut untuk menghindari beban di akar, yang dapat membuat rambut lebih mudah rontok. Perhatikan juga penggunaan alat penata rambut yang bersuhu tinggi, karena dapat merusak rambut lebih lanjut.
Selain perawatan luar, asupan nutrisi yang seimbang juga sangat berpengaruh pada kesehatan rambut. Pastikan konsumsi makanan yang kaya akan vitamin dan mineral untuk mendukung pertumbuhan rambut.














